Sumber: http://epuljapaneseblog.blogspot.com/2013/04/agar-postingan-blog-tidak-bisa-copy-paste-blok-klik-kanan.html#ixzz2YUuwt600>

I LOVE BANYUWANGI - Budaya, makanan khas dan ciri khas

http://www.matajatim.com

I. Budaya Banyuwangi


Kabupaten Banyuwangi selain menjadi perlintasan dari Jawa ke Bali, juga merupakan daerah pertemuan berbagai jenis kebudayaan dari berbagai wilayah. Budaya masyarakat Banyuwangi diwarnai oleh budaya Jawa, Bali, Madura, Melayu, Eropa dan budaya lokal yang saling isi mengisi dan akhirnya menjadi tipikal yang tidak ditemui di wilayah manapun di Pulau Jawa.

* Gandrung Banyuwangi
http://www.greatindonesia.com

Tarian Gandrung adalah seni pertunjukan tarian yang berasal dari Banyuwangi Jawa Timur. Tarian ini muncul sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen.  Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan orkestrasi khas ini populer di wilayah Banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Saking populernya, telah menjadi ciri khas dari wilayah tersebut. Mendengar kata banguwangi selalu identik dengan gandrung.
Tarian yang diiringi dengan musik ini dimainkan oleh seorang wanita penari profesional. Iringan musik tadi  merupakan khas perpaduan budaya Jawa dan Bali. Sementara peralatan musik pengiringnya terdiri dari gong, kluncing, biola, kendhang, dan sepasang kethuk .Gandrung sering dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan, pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya, baik di Banyuwangi maupun wilayah lainnya.

* Seblang
www.banyuwangibagus.com


*Janger

sumber : https://plus.google.com

*Kebo-Keboan

radioglobalmediaswarafm.blogspot.com


* Hadrah Kunthulan
* Patrol
* Mocopatan Pacul Goang
* Jaranan Butho
* Barong
* Angklung Caruk
* Gedhogan



II. Makanan Khas 

 Salah satu daya tarik/identitas suatu daerah terletak pada kekhasan/kekayaan kulinernya. seperti halnya daerah lain di Indonesia yang memiliki kuliner yang beraneka ragam, Banyuwangi juga memiliki sejumlah kuliner yang khas dan unik. meskipun tidak semua kuliner tersebut merupakan kuliner asli Banyuwangi, namun beberapa diantaranya merupakan sumber budaya masyarakat Banyuwangi dan diakui sebagai makanan khas kota Banyuwangi. Berikut adalah contoh dari makanan khas Banyuwangi
1. Sego Tempong
www.perutgendut.com

Menu satu ini juga tidak kalah populer di Banyuwangi dan cocok sekali bagi penggemar makanan pedas atau bahkan super pedas lhooo. Sambal yang masih segar yang bisa membuat keringat penikmat kuliner mengalir deras menjadi ciri dari sego tempong. Dalam bahasa Jawa, sego berarti nasi, dan tempong berarti tampar. So, kalau diartikan adalah menu nasi yang bisa membuat kamu merasa ditampar setelah melahapnya karena sambal yang disajikan super pedas. Sayuran yang biasanya menemani sambal ini adalah daun kemangi, kacang panjang, terong, dan mentimun. Rasanya makin mantap dengan tambahan gorengan tempe, tahu, atau ikan asin. Untuk bisa mencicipinya juga sangat mudah karena menu ini bisa ditemukan di warung-warung dan restoran di kota Banyuwangi.

2. Ayam Pedas
instaliga.com

Sesuai dengan namanya, menu ini juga tergolong pedas. Mungkin karena hampir semua orang Banyuwangi suka memakai cabai untuk masak sehingga berpengaruh juga terhadap kuliner khas di sana. Berlokasi di Genteng belakang kantor pos terminal lama, menu ini berupa ayam kampung yang diberi bumbu pilihan dan kuah santan serta lalapan. Ketika baru melihat saja sudah bikin ngeces dan ketika merasakannya, dijamin bibir langsung kepedasan. So buat kamu yang tidak bisa makan pedas, lebih baik tidak usah memesan menu yang satu ini karena dikhawatirkan perut langsung melilit.


3. Lontong Campur
indonesiana.tempo.co

Jika Anda berkunjung ke Banyuwangi melalui Jember, maka Anda akan melewati sebuah kecamatan yang memiliki nama yang terdengar asing dan kebarat-baratan, yaitu Glenmore. Daerah yang memiliki banyak perkebunan ini punya kuliner unik yang tidak ditemui di tempat lain. Lontong Campur namanya, tapi lebih dikenal dengan sebutan Campur. Penjualnya tak banyak, hanya beberapa orang di pasar Desa Sepanjang yang lebih dikenal sebagai Pasar Glenmore. Ya, inilah makanan yang membuat kangen warga Glenmore, terutama penduduk Sepanjang, yang hidup di perantauan. Tak heran jika idul fitri tiba, penjual campur jadi tujuan favorit kaum perantauan.


5. Pecel Pitik
www.asliindonesia.ne


Dalam bahasa Jawa, pitik berarti ayam, jadi dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Pecel Ayam. Menu ini merupakan menu turun-temurun dan sudah dikenal sebagai makanan adat terutama dari suku Osing yang rasanya tidak kalah dengan makanan modern. Bahan utama yang digunakan adalah ayam kampung muda yang umurnya sekitar 8 bulan sehingga daging dan tulangnya masih empuk. Ayam ini kemudian dibakar di atas tungku perapian namun dijaga tingkat kematangannya sehingga tidak sampai kering sebelum dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Makanan khas Banyuwangi ini kemudian disajikan dengan parutan kelapa muda, kacang sangrai yang dihaluskan, rempah-rempah pilihan serta sedikit air kelapa muda agar bumbunya meresap sempurna.



III. Ciri Khas Banyuwangi

Ciri khas kota banyuwangi

  • The Sunrise of Java
Julukan The Sunrise of Java disandang Kabupaten Banyuwangidi dapat karena tempat pertama munculnya matahari
  • Kota Osing
Salah satu keunikan Banyuwangi adalah penduduk yang dibentuk oleh 3 elemen masyarakat yaitu Jawa , Madura, dan Osing. Suku Osing adalah penduduk asli Banyuwangi. Sebagai keturunan kerajaan Blambangan, suku osing mempunyai adat-istiadat, budaya maupun bahasa yang berbeda dari masyarakat jawa dan madura.
  • Kota Santet
Julukan Banyuwangi kota santet terkenal sejak peristiwa memilukan ketika 100 orang lebih dibunuh secara misterius karena dituduh memiliki ilmu santet. Peristiwa ini dikenal luas oleh masyarakat sebagai “Tragedi Santet” Tahun 1998.
  • Kota Gandrung
Kabupaten Banyuwangi terkenal dengan Tari Gandrung yang menjadi maskot kabupaten ini.
  • Kota Banteng
Kabupaten Banyuwangi dijuluki kota banteng dikarenakan di Banyuwangi tepatnya di Taman Nasional Alas Purwo terdapat banyak banteng jawa.
  • Kota Pisang
Sejak dahulu Kabupaten Banyuwangi sangat dikenal sebagai penghasil pisang terbesar, bahkan tiap dipekarangan rumah warga selalu terdapat pohon pisang.
  • Kota Festival
Berawal dari sukses penyelenggaraan kegiatan budaya Banyuwangi Ethno Carnival pertama pada tahun 2011 lalu, maka pada tahun-tahun berikutnya seakan tak terbendung lagi semangat dan kegairahan masyarakat Banyuwangi untuk mengangkat potensi dan budaya daerah melalui rangkaian kegiatan yang dikemas dalam tajuk Banyuwangi Festival. Maka sejak 2012 acara Banyuwangi Ethno Carnival ditahbiskan menjadi agenda tahunan berbarengan dengan kegiatan lain, baik yang bersifat seni, budaya, fesyen, dan wisata olahraga.

Itulah mengenai tempat kelahiran saya yang tercinta, tanah bumi Blambangan Banyuwangi. Jangan lupa berkunjung ke Banyuwangi ya... 

0 komentar:

Posting Komentar